Timeline California dan Bali, 1984 - 2011
Tiba saatnya, ketika saya sedang memilah-milah tumpukan dokumen yang saling bertentangan bak hutan belantara, saya berpikir mungkin sebuah linimasa grafis dapat membantu memperjelas urutan tanggal-tanggal tersebut.
Ternyata hal itu tidak banyak membantu; saya masih merasa semuanya sungguh membingungkan.
Namun, satu hal yang kemudian menjadi jelas adalah apa yang belakangan disoroti oleh seorang penyidik kepolisian bernama Hagnyono sebagai "kesadaran akan kecurangan." Orang-orang yang melakukan kecurangan sering kali menjadi gugup dan mulai merasa cemas—jika satu dokumen saja dianggap sah, bagaimana jika ternyata itu tidak cukup dan perbuatan mereka akhirnya terbongkar? Mungkin memiliki lebih banyak dokumen sebagai cadangan akan terasa lebih baik dan lebih aman. Maka, mereka pun mulai mengumpulkan semakin banyak bukti—sering kali lupa akan apa yang sebelumnya telah mereka sumpah-saksikan—dan terus mencari bukti, bahkan jika bukti-bukti tersebut saling bertentangan satu sama lain.
Dalam kasus-kasus kecurangan, ujarnya kepada saya, para pelakunya sering kali tertangkap bukan karena mereka kurang bertindak, melainkan justru karena mereka bertindak secara berlebihan. Satu dokumen palsu mungkin sulit untuk dideteksi, namun jika jumlahnya menumpuk hingga sekeranjang penuh, mendeteksinya akan menjadi jauh lebih mudah.
Timeline California and Bali, 1984 - 2011
There came a time as I sorted through a jungle of conflicting documents that I thought maybe a graphic timeline would help clarify the dates.
I didn't really help; I still find this totally bewildering.
But what did become clear is what a police investigator, Hagnyono, later pointed out as a "consiousness of fraud." People committing fraud often become
nervous and begin to feel that if one document is good, what if it is not enought and is found out? Maybe more documents would be better and safer as backup. So they begin
to compile more and more evidence, often forgetting what they had previously sworn, acquiring evidence even if it contradicts itself.
In frauds, he told me, they are often caught not because they didn't do enough but because they did too much. One fraudulent document can be hard to catch, but whole armloads
of them are easier.